Puasa Pertama Yang Biasa Aja dan Penuh Dengan Tapi


Sahur hari pertama yang biasa aja, nggak ada yang gimana-gimana karena beli nasi di Warteg langganan dengan lauk telur ceplok, tumis toge kacang panjang sama sayur sop yang lebih banyak kolnya daripada wortelnya sama dagingnya. Minumnya biasa aja, teh tawar anget.

Tontonan yang nemenin sahur udah bukan Sahur Kita jamannya Eko sama Ulfa, tapi acara sahur di Trans TV yang nggak tau apa namanya, yang jelas host-nya Denny Cagur sama Billy Syahputra. Tontonan yang biasa aja.

Beres makan, bayar, menuju kontrakan ditemani gerimis sampe depan pintu, kemudian hujan lumayan deras. Masih haus, karena di Warteg tadi cuma minum segelas teh hangat doang. Berniat untuk beli air mineral botolan untuk memuaskan dahaga tapi nggak jadi, karena ternyata di kontrakan udah ada air galonan, enam ribu rupiah untuk beli air mineral botoalan aman.

Lumayan banyak minum, berharap supaya nanti siang atau selama berpuasa nggak akan merasakan haus, tapi ternyata tidak, haus tetep beser iya. Dari setelah adzan shubuh sampai jam enam lebih dikit, udah kencing empat kali. Sangat mengganggu nyenyak tidur.

Setelah kencing di jam enam lebih dikit, sengaja tidur lagi karena memang ngantuk banget, belum lagi hujan di luar sana berasa menyelimuti diri.

Alarm jam tujuh pagi dengan sadar nggak sadar dimatikan. Tidur kebablasan, liat jam di hape sudah jam delapan. Kesiangan. Bergegas mandi tanpa basa-basi padahal mata masih ingin tidur lagi.

Cuacanya masih mendung beserta angin pagi yang sejuk tapi sama sekali tidak menyejukan hati, karena seharusnya hari itu bisa libur saja sehari, tapi tidak jadi. Hujan tepat sekali, setelah saya masuk ke kantor yang buru-buru menuju mesin absensi, hujan turun lagi.

Masih ada hutang kerjaan yang harus dituntaskan, pagi itu tanpa racikan kopi susu yang kemarin masih ada, tapi hari ini puasa, jadi nggak mungkin ada. Saya mengerjakannya dengan harap bisa tuntas, tapi ternyata masih ada sisa. Sudahlah besok lagi saja.

Beli takjil juga biasa aja, nggak ada harapan yang gimana-gimana juga. Beli apa aja seketemunya, ide beli kelapa muda muncul tiba-tiba setelah melihat mamang-mamang yang melakukan praktik kekerasan terhadap dagangannya, tapi nggak apa-apa, memang harus demikian.

Iya, semuanya biasa aja, tapi mudah-mudahan nanti nggak hanya begini-begini aja.

2 komentar

Hatur nuhun udah baca postingan sampai akhir. Komentarnya jangan spam ya. Happy Blogging! ~\o/