Barang Impian


Saya adalah salah satu diantara banyak orang yang mempunyai barang impian. Barang yang pengin banget punya tapi belum bisa terlaksana karena ada beberapa faktor yang membuatnya tertunda. Saya masih inget waktu kecil dulu sudah jatuh cinta sekali dengan teknologi dan benda yang menggunakan teknologi atau sebutlah gadget. 

Mengenal komputer atau PC adalah jalan yang membuka saya untuk jatuh cinta lebih dalam dengan teknologi. Ya meskipun dulu pakai komputer juga cuma bikin tulisan nama pake wordart, ngegambar pake paint sama maen game bawaan di windows 98. Oke, umur saya mulai ketauan berapa.

Saya jadi pengin punya komputer atau PC.

Setelah beberapa tahun kemudian ramailah Nokia yang mulai masuk ke pikiran saya. Merek ponsel yang dulu masih merajai pasar ponsel, yang punya banyak tipe dan bentuk yang unik dan nggak ngebosenin. Selain Nokia, ada juga merek lain yang mendampingi di pasaran. Saya suka sekali dengan teknologi itu.

Saking sukanya, saya sempat beli koran yang khusus membahas tentang ponsel. Wahai anak-anak yang lahir di tahun 90an, kalian pasti tau apa yang saya maksud. Buat yang belum tau, dulu masih ada koran yang khusus bahas ponsel, mulai dari review sampai ke daftar harga yang selalu jadi halaman favorit saya, entah kenapa.

Saya jadi pengin punya ponsel.

Sampai saat tulisan ini ditulis, alhamdulillah dua barang itu sudah saya miliki dan sudah beberapa kali berganti. Tapi saya masih punya barang impian lain dan masih harus mengejarnya.

Perihal barang impian ini memang menjadi suatu hal yang membanggakan dan menyenangkan ketika berhasil mendapatkannya, tak peduli berapa lama selang waktu yang dibutuhkan, yang penting hati selalu terpuaskan.

Apakah kalian pernah dengar tentang teman kalian yang membeli barang yang menurut kalian nggak berguna, tapi teman kalian tetep membelinya? Biarkan saja, bisa jadi barang tersebut adalah barang impian yang dulu pengin banget punya, tapi baru kali ini bisa dan mampu membelinya.

Begitu juga saya yang membeli barang yang bisa saja nggak berguna, tapi tetap membelinya karena ada kepuasan yang didapat, ada kemenangan yang diraih, ada impian yang dicapai. Sengaja saya lakukan untuk membalaskan dendam karena dulu belum sempat kesampaian untuk memiliki barang impian.

Masih banyak barang impian yang belum didapatkan dan masih banyak perjuangan yang harus diusahakan untuk mendapatkan. 

Apakah kalian juga punya barang impian?

Photo Credit by Markus Spiske

Tidak ada komentar

Hatur nuhun udah baca postingan sampai akhir. Komentarnya jangan spam ya. Happy Blogging! ~\o/