Kalo Nggak Membaca, Apa Yang Mau Ditulis?

Dari sekian banyak hobi yang gue coba dan berusaha untuk menekuninya, menulis adalah salah satu yang masih gue lakukan sampe sekarang. Tapi kalo diliat dari kegiatan yang gue lakukan sebelum gue mengenal menulis, gue adalah orang yang sangat jarang membaca dan cenderung malas untuk melakukannya. Karena menurut gue, membaca adalah hal yang sangat membosankan. Sangat membosankan. Sengaja diulang, biar lebih dramatis.

Bahkan setelah gue punya blog pun, membaca adalah hal yang sangat tabu untuk gue lakukan. Entah kenapa tangan ini begitu lemah untuk mengangkat sebuah buku, mata ini begitu berat untuk melirik kalimat-kalimat yang berjejer rapi di atas kertas, otak ini bergitu lamban menyerap isi dari tulisan-tulisan.

Sampai pada suatu waktu, gue merasa ditampar keras dengan sebuah kalimat yang membuat gue tersadar setelahnya. Singkat, padat dan selalu ingat.

Kalo nggak membaca, apa yang mau ditulis?

Ada jeda yang lumayan panjang setelah otak gue menerima kalimat itu. Ada cambukan yang memotivasi setelahnya. Ada sesal yang gue telan bulat-bulat.

Lantas apa yang gue lakukan dengan blog waktu itu? Hanya ada beberapa patah kalimat yang lebih pas untuk dijadikan sebuah update status di Facebook daripada dijadikan sebagai tulisan di blog. Nggak ada isi dan nggak ada faedahnya, karena hanya itu yang bisa gue lakukan di blog waktu itu. Frasa yang ditulis pun hanya itu-itu saja. Gaya penulisannya apalagi. Tanda baca dan penulisan yang diketikpun sealakadarnya saja.

Untuk membuktikannya kalian bisa main-main ke blog pertama gue dan buka postingan pertama dan setelah-setelahnya. Postingan blog pertama gue berjudul "FLENTH" dan postingan kedua gue berudul "SkuLa.....". Yang mau baca bisa langsung klik aja judulnya. Jika ada yang lagi nggak ada kerjaan yang bermanfaat, bisa melihat progres gue menulis dari dulu sampe sekarang, ya walaupun sekarang juga masih harus belajar banyak sekali. Sebelumnya Mohon maap jika ada efek yang nggak nyaman.

Hehe.

Jauh sebelum gue bisa menulis seperti ini atau bahkan menulis sebuah diksi baru yang belum diketahui sebelumnya, bukankah dibaca terlebih dahulu? Ah iya. Gue bertanya dan gue jawab sendiri.

Pelajaran bahasa indonesia di sekolah udah menjadi asupan nutrisi sehari-hari untuk mengenal beberapa kosakata atau jenis kalimat baru dan berbagai hal teknis lainnya dalam penulisan. Beberapa judul cerpen mungkin sudah tertulis dengan berbagai judul dan terangkai dari puluhan kalimat yang biasanya sih sok-sok-an diselipkan satu atau dua majas di dalamnya. Bener kan?

Gue merasa hal itu belum cukup untuk terus memperbarui ide-ide gue untuk menulis. Masih teramat kurang cerita dan frasa-frasa yang berwarna. Oke, gue harus membaca. Gue butuh membaca lebih banyak. Segera.

Satu hal yang gue coba lakukan untuk memulainya adalah dengan membaca blog dari temen-temen blogger terlebih dahulu sebelum membaca buku. Dari hasil berkunjung ke blog temen-temen blogger, gue membaca berbagai genre tulisan dengan berbagai gaya yang berbeda. Sempet merasa sangat bosan untuk membaca tulisan yang gue rasa sangat membosankan, tapi sempet merasa kagum dengan tulisan seseorang yang memang sangat enak dibaca, mudah dimengerti tapi tetap berisi.

Mulai ada sedikit pencerahan yang gue rasakan setelah mulai terbiasa dengan melakukan hal demikian. Setelah itu, gue mencoba untuk membeli sebuah buku dan membacanya. Ada sedikit keraguan, tapi gue memaksakan diri. Bukankah jika pada awalnya kita 'dipaksa' untuk melakukan kebaikan, maka nanti akan terbiasa untuk membuat kebaikan? Nah itu, atas dasar itu gue mencoba memaksakan diri untuk beli buku dan membacanya.

Untuk kamu yang memang udah menjadikan membaca adalah sebuah hobi dan suatu hal yang harus dilakukan, beli buku novel bukan sebuah hal yang berat. Sepele lah beli buku dan memakan lahap semua halamannya. Tapi tidak buat gue, waktu itu.

Nah untuk mengatasi motivasi membaca gue yang sering naik turun ini, gue punya program sendiri supaya gue terus termotivasi untuk selalu membaca supaya bisa menulis. Satu buku satu bulan kayaknya nggak akan menjadi hal yang berat lagi buat gue. Mudah-mudahan akan terus berlanjut dan bertambah kuantitas buku yang dibeli perbulannya. Program ini sebenernya udah gue mulai dari tahun lalu, tapi sempet vakum beberapa bulan terakhir karena malasnya lagi kumat. Lah, kumaha?

So guys segitu dulu postingan gue kali ini, ya begitulah cara gue untuk mengatasi penyakit malas membaca, nah kalo cara kalian gimana nih? Terutama yang ngeblog juga kayak gue..

22 komentar

  1. NAH INI! Girang banget karena menemukan artikel yg bisa mewakili sekaligus menjelaskan 'kegemasan' saya selama ini, hehehe ^^

    Kalau saya, dulu pernah baca kutipan, "Kalau mau jadi penulis yg baik maka sebelumnya harus bisa membaca dengan baik"

    Makasiii yaaa sudah menuliskan ini. Salam kenal, Aa Indra :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ada yang semalas saya juga ternyata haha. Iya, sama-sama mbak Dini. Salam kenal juga, Mbak..

      Hapus
  2. Ingat lah wahai anak adam, sesungguh nya penting nya membaca juga sudah di terapkan jaman nabi Muhammad SAW, dengan turun nya surat Al Iqro
    Karena membaca merupakan kunci pertama untuk melangkah apa yang akan dilakukan kedepan nya .

    BalasHapus
  3. Saya kok justru paling malas yang namanya menulis, bahkan sampai saat ini saya menulis bisa dibilang karena tuntutan blog. Tapi kalau membaca, sejak masih SD saya suka membaca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang-orang yang sering membaca justru biasanya lebih mudah untuk menulis dibandingkan dengan orang yang males membaca. Karena kosakatanya lebih melimpah.

      Hapus
  4. Saya setuju mas,,,

    membaca untuk menulis mendengar untuk berbicara :))
    Salam...
    mampir ya diblog ku hehe

    BalasHapus
  5. masih seneng baca, tapi skipping, jadinya gak maksimal :(

    BalasHapus
  6. betul sekali, denagn banyak membaca kita banyak referensi yang gratis

    BalasHapus
  7. Saya sedang membaca blog Anda nih. Saya suka baca tapi semenjak ada gadget kok susah ya, lebih banyak baca blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu dia salah satu faktor yang bikin males baca buku. Makanya ada beberapa penulis yang menjadikan bukunya menjadi E-Book. Biar bisa baca di smartphone juga tanpa repot bawa bukunya kemana-mana

      Hapus
  8. Jujur nya aku lbh suka membaca duluan mas drpd menulis blog. Blog br mulai aktif pas thn 2012 kalo g slh. Aku suka baca krn dr umur 2 thn udh dicekokin papa ama buku2 menarik bergambar. Dr situ diajarin pelan2 utk bisa membaca. Sampe akhirnya aku lancar di umur 3 thn, dan 5 thn aku mulai membaca novel anak2 remaja. Saking senengnya, aku msh inget judul buku pertama yg aku tamatin, lima sekawan , harta karun rockwell :D. Dan msh ada bukunya. Dari situ udah deh, aku makin rajin baca novel2. Makin lama makin tebel. Sampe skr aku lbh sayang buku2 ku dan bikin tempat khusus buat aku membaca. Anak2ku jg aku ajarin cara yg sama mas.. Aku beliin buku2 bergambar dr mereka kecil. Untungnya mereka tertarik.. :). Itu udh langkah awal untuk menanamkan senang membaca ke mereka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah seru nih, Mbak. Saya juga pengin banget nerapin hal yang sama ke adik-adik saya. Tapi mereka udah terlanjur menyukai gadget daripada buku. Sempet menyuruh adik saya untuk membaca buku yang bergambar seperti komik, tapi nggak berhasil.

      Hapus
  9. saya lebih dahlu membaca dari pada menulis, membaca jadi hobi nomor satu dari SD-SMA, kartu perpustakaan selalu penuh dan termasuk yang paling banyak minjam di sekolah. yang dibaca pun beragam, ilmiah dan novel, lebih tertarik ke ilmiah. kalau kuliah saya malas baca, baru mulai baca lagi bulan ini, tapi upgrade ke buku2 berbahasa inggris, semoga selalu konsisten

    BalasHapus
  10. Kok sama ya hahhaha, gimana bisa nulis bagus klo nggk pernah baca. Kadang gw aja bingung merangkai kata buat nulis cerita gw di blog. Padahal ceritanya ada, cuman mau njelasin pake kata2 yang bagus itu loh yang susah. Kosa katanya itu2 aja kadang klo di baca lagi kurang sreg wkwkwkkwk. Tapi tetep maksain buat nulis aja, toh nanti dengan sendirinya bisa lebih baik, ditambah sering blogwalking baca cerita orang lain. Mampir ke blog gw gan hehehe, yudhistiramawardi.com salam kenal gan.

    BalasHapus
  11. Benar banget gan, sya juga mulai menulis karena membaca, kalo kta kata orang sastra membaca untuk menulis mendengar untuk berbicara :))

    BalasHapus
  12. Berbanding terbalik. Kalau gue justru daridulu emang udah suka baca. Tapi kalau untuk nulis (terutama ngeblog), kadang masih suka males-malesan. Hahaha pie toh, Za?
    Proses gue membaca juga awalnya dari cerpen-cerpen yang biasanya ada di majalah. Trus lanjut ke buku yang begitu tebal. Naik ke tahap berikutnya, sedikit agak tebal dan sekarang udah sampai ke buku-buku yang lebih tebal dari yang pernah gue baca sebelumnya :))

    BalasHapus
  13. Kata Kevin Anggara, blogger favorit gua, membaca adalah latihan menulis.

    Nice post, salam kenal Peter dari Kancut Keblenger

    BalasHapus
  14. Huoooh seru juga nih topiknya. Gue juga akhir-akhir ini lagi jarang baca. Muehehee. Nikmatnya baca itu ketemu tulisan yang bikin gairah menulis kita tiba-tiba muncul. \:p/

    BalasHapus

Thanks guys udah baca postingan sampai akhir. Silakan komentar tentang postingan di atas. Berilah komentar yang sopan dan jangan lupa untuk terus mampir ke sini. Happy Blogging! ~\o/