2016: Tahun Mulai Tau Musik, Video dan Film Streaming

Dua ribu enam belas adalah tahun dimana gue lebih tau banyak hal daripada tahun-tahun sebelumnya. Mungkin semua ini karena tahun sebelumnya adalah tahun bulat yang digoreng dadakan lima ratusan. Wakwaw.

Nggak lah, bukan karena tahun bulat atau tahu bulat, tapi karena tahun kemarin adalah tahun dimana gue lebih banyak mengkonsumsi asupan koneksi internet daripada tahun sebelumnya yang menyebabkan gue lebih leluasa mengakses berbagai informasi dan pengetahuan serta hal-hal baru yang ada di dunia dengan media internet.

Dengan internet, gue mengenal banyak informasi dan pengetahuan baru yang belum pernah gue ketahui sebelumnya. Ini mungkin telat banget buat gue untuk tau informasi tentang beberapa hal yang bakal gue bahas di postingan ini yaitu tentang hal-hal yang berbau streaming-streaming-an.

Setelah gue mendapatkan nutrisi koneksi internet, sekarang gue tau untuk bisa terus up-to-date perihal musik yang mempunyai library yang lengkap selain Apple Musik, ada Spotify, Deezer, JOOX dan layanan musik lainnya.

cara daftar spotify premium

Jauh sebelum resmi rilis di Indonesia, gue udah tau Spotify, tapi cuma logonya aja karena sering liat berseliweran di smartphone para tech reviewer YouTube di luar negeri sana. Setelah mencari tau, ternyata itu merupakan aplikasi layanan streaming musik.

Spotify mulai masuk ke Indonesia 30 Maret 2016 dan gue langsung menggunakan layanannya setelah sebelumnya mencoba menggunakan JOOX. Setelah mempertimbangkan banyak hal, gue memilih Spotify menjadi layanan streaming musik pilihan gue. Selain karena harganya yang masih terjangkau untuk kantong gue, Spotify juga memiliki library musik yang komplit. Bulan ini adalah bulan ke-empat gue berlangganan Spotify.

Tahun 2016 pun gue jadi lebih tau beberapa hal tentang YouTube baik secara teknis maupun secara konten. Walaupun nggak terlalu menyelami seperti para pakar YouTube, tapi setidaknya gue jadi tau kenapa dua video YouTube gue di-block. Ya, tak lain dan tak bukan adalah karena gue kena pelanggaran copyright.

Selain itu, gue jadi lebih tau konten-konten yang ada di YouTube itu nggak hanya music video, video-video lucu dan video-video hasil comotan dari TV. Ternyata ada buanyak jenis-jenis konten di YouTube. Mungkin karena itu kali ya YouTube jadi lebih dari TV. BOOM!

youtube youtube youtube lebih dari tv jovial da lopez

Sekarang siapa ayo yang nggak tau layanan video streaming yang lagi happening banget di tahun 2016 ini. Banyak para pengguna YouTube atau yang sering dikenal sebagai YouTuber dan Content Creator mulai bermunculan di tahun 2016. Hal itu membuat gue semakin sering streaming video di YouTube alasannya ya seru aja mantengin sesuatu yang lagi viral karena pasti akan ada dramanya di sana. Yha.

Sama seperti Spotify, YouTube juga memberikan layanan berbayarnya yaitu YouTube Red yang nggak banyak orang tau. Mungkin karena sampe sekarang, YouTube Red baru bisa dinikmati di Amerika sana. Jadi kalo berlangganan YouTube Red itu ketika lo lagi seru-serunya nonton video, nggak bakal ada iklan yang tiba-tiba muncul dan nggak bisa di-skip. Singkatnya sih gitu.

Setelah bahas streaming musik dan video, yang nggak boleh dilewatkan adalah film. Ya, streaming film. Dulu, gue sempet merasakan zaman dimana kalo mau nonton film itu ke bioskop langsung, paling banter beli VCD atau DVD-nya. Buat yang budgetnya terbatas tapi pengin bisa nonton film, bisa daftar jadi anggota peminjaman kaset film di dekat rumah. Btw, gue pernah mengalami keduanya.

Setelah mulai kenal internet, gue mulai mencoba untuk download film dari situs-situs ilegal yang menyediakan banyak pilihan film untuk diunduh. Nah buat yang punya budget lebih, kalian bisa berlangganan TV Cable aja biar bisa dapetin channel yang khusus menayangkan berbagai film.

Nah di tahun 2016, gue mulai kenal sama Netflix, iFlix, Genflix dan HOOQ yang memberikan layanan streaming film secara legal. Dari informasi yang gue dapet, layaknya layanan streaming musik, film pun sama-sama harus mengeluarkan sedikit pundi rupiah untuk bisa berlangganan dan menikmati film-filmnya. Bisa dicek langsung ke situs resminya kalo mau berlangganan.

Dari berbagai layanan yang tersedia, Netflix bisa dibilang jadi orang tua diantara yang lainnya. Karena Netflix udah jauh lebih dulu lahir daripada iFlix atau bahkan HOOQ.


Karena Netflix adalah layanan streaming film yang lahir duluan, bisa dipastikan kalo etalase film si Netflix ini lebih banyak, biaya berlangganannya pun pasti lebih mahal dari yang lainnya. Ya namanya harga sesuai lah sama kualitas dan kuantitasya.

Semua layanan streaming film ini sama-sama rilis di Indonesia pada tahun yang sama yaitu tahun 2016.

Ngomong-ngomong gue lagi pake HOOQ buat nonton beberapa film dan serial tv. Kenapa gue nggak pilih Netflix? Selain karena gue nggak terlalu maniak sama film, HOOQ adalah alternatif pilihan karena udah jadi bagian layanan dari provider yang gue pake, ya daripada kuota nganggur nggak kepake, lumayanlah.

Diantara ketiga poin yang gue bahas, kalian lebih sering streaming yang mana nih cuy?

8 komentar

  1. Eh Xl juga punya Yonder dan lumayan lengkap lagu2 nya
    Btw HOOQ ngak niat masuk indonesia, nich aplikasi ngehank, blank dan error mulu. Mending enyahlah kau dari muka bumi indonesia dan yang membetekan lagi tuch telkomsel paket nya ada bundling HOOQ #MakinSebal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gue baru tau sih XL punya juga layanan streaming musik. Nggak pake XL soalnya hehe.

      Nah iya, HOOQ ini masih dalam tahap pengembangan kayaknya. Gatau juga ini bakal maen serius kayak iFlix atau layanan streaming film lainnya.

      Hapus
  2. Sempet nyoba Netflix, Iflix, Spotify.. dan yang bertahan sampai rela langganan premiumnya cuma Spotify. :D

    mungkin karena gak terlalu maniak sama film & serial ya, sementara kalo musik mah nyaris tiap hari tiap saat. dan sejauh ini puas lah sama Spotify, tapi sayang ternyata 1 akun premium cuma bisa download lagu di 3 gadget aja. Maklum, gadgetnya banyakk... hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama. Gue juga nggak terlalu maniak sama film. Beda sama musik yang tiap hari pasti dengerin dan ya, gue juga udah bulan ke empat berlangganan Spotify.

      Mana sini lemparin satu lah gadgetnya wkwk

      Hapus
  3. wahh seru juga ya bisa streaming puas.. tapi saya jarang setriming hemat kuwota ama power beng. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha gue juga berani streaming karena sekarang harga kuota kan pada murah-murah tuh :D

      Hapus
  4. streaming emang jadi satu layanan super booming yak. belum pernah coba sih streaming yang spotify n hooq itu. Netflix sempet coba video on demand nya itu tapi... hmmm masalah pemblokiran agak menyebalkan juga .

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo suka diantara dua itu, pasti akan sedikit menyisihkan uang jajan buat berlangganan.

      Hapus

Thanks guys udah baca postingan sampai akhir. Silakan komentar tentang postingan di atas. Berilah komentar yang sopan dan jangan lupa untuk terus mampir ke sini. Happy Blogging! ~\o/